proumkm
SHARE :

MENELADANI NABI MUHAMMAD SANG INTERPREUNER SEJATI

30
10/2020
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : proumkm_com


MENELADANI NABI MUHAMMAD SANG INTERPREUNER SEJATI

Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah kehidupan manusia, dimana beliau merupakan sosok panutan bagi umat muslim, bahkan seluruh umat manusia didunia ini  pasti sudah mengenal sosok muhammad dengan segala kebaikan dan kemuliaan hatinya. Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan nabi paling akhir yang diutus Allah SWT untuk menuntun umat di dunia, di mana Allah SWT menjadikan sebagai nabi terakhir  dan tidak ada lagi nabi setelahnya yang menjadi utusan Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulai.

Sejarah Nabi Muhammad  pada saat kelahiran sebagian besar tanah di wilayah Hijaz, khususnya sekitar Makkah, kering, berpasir, berbatu-batu, dan tiadanya  air. Tidak ada hasil pertanian yang dapat dihasilkan  di wilayah itu. Oleh karena itu, mata pencaharian penduduk pada saat itu pada khususnya adalah berdagang. Kegiatan berdagang ini tak terkecuali juga dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Muhammad muda berkenalan dengan dunia perdagangan untuk pertama kalinya. dalam kitab tarikh tasyrik dijelaskan beliau mengenal didunia perdagangan  di bawah asuhan Abu Thalib sang paman  dan terus belajar mengenai bisnis perdagangan. Ayahanda Nabi SAW, Abdullah, telah wafat ketika Nabi masih dalam kandungan. Sang ibu, Aminah, menyusul wafat enam tahun kemudian sehingga Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kematian sang kakek, selang dua tahun kemudian Muhammad pun tinggal bersama pamannya, Abu Thalib, yang berprofesi sebagai pedagang sebagaimana kebanyakan pemimpin Quraisy lainnya.

Muhamamd muda di utus didunia ini tidaklah diberi wahyu untuk mendapatkan kekayaan atau untuk menjadi salah seorang pedagang,”sabda Nabi SAW. Rasulullah telah menjadi pedagang yang sukses dan memberi petunjuk bagaimana menjadi pedagang yang amanah dan jujur . Beliau selalu memegang prinsip kejujuran dan keadilan dalam berhubungan dengan para pelanggan sejarah ketika beliau menawarkan dagangannya menyampaikan kondisi keberadaan dagangannya apa adanya tidak ditambah atau dkurangi sehingga para pelanggan sangat suka dengan kepribadian dan kejujuran sang muhammad muda. Muhammad SAW selalu mengikuti prinsip-prinsip perdagangan yang adil dalam setiap transaksi. Beliau juga selalu menasihati para sahabatnya untuk melakukan hal serupa.

Potensi saat sekarang ini dengan mudahnya arus digitalisasi dan tekhnologi aktivitas perdagangan di masa kini sangat mempermudah para pedagang untuk mensukseskan dirinya. Hal lain  berbeda dengan kondisi zaman nabi Muhammad berdagang  di mana cara yang dilakukan tentunya lebih menggunakan berbagai inovasi yang lebih tradisional dalam prosesnya.  Sebagaimana diketahui, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pada zamannya dikenal sebagai seorang entrepreneur sejak masih berusia sangat muda. Julukan Al Amin sangat melekat kepadanya atas integritas serta kejujuran, termasuk saat ia melakukan aktivitas dagang sehingga seorang saudagar kaya siti khodijah jatuh hati dari sisi cara strategi berdagang , kejujuran dan kemuliaan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Keberhasilan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjadi seorang entrepreneur ini tentunya dilatarbelakangi berbagai kiat yang patut dicontoh. Dilansir dari laman Jatman, Selasa (2/6/2020), berikut fakta-fakta kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam dunia usaha.

  1. Berdagang dalam bisnis sejak usia muda

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjadi yatim-piatu sejak masih kecil. Semenjak itulah kemudian Beliau belajar berbisnis di usia yang masih sangat belia yakni 8 tahun.  Pengalaman pertama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah menjadi penggembala kambing dari seorang penduduk di Kota Makkah, dan menerima upah dari pekerjaan tersebut.  Menginjak usia 12 tahun, Beliau ikut berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Negeri Syam. Ini merupakan perjalanan pertama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam berdagang hingga merambah negeri orang seperti Syria, Jordan, dan Lebanon.  Beliau disandingkan dengan banyak pesaing bisnis senior. Banyak yang mengakui bahwa Beliau merupakan seseorang yang sudah matang dalam perhitungan bisnis, bersikap jujur, serta profesional.

  1. Interpreuner yang dapat dipercaya

Berkat kemampuan dan keahlian  yang mumpuni, tidak mengherankan bahwa di usia yang baru menginjak 17 tahun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sudah mendapat kepercayaan dari Khadijah, seorang perempuan saudagar di Kota Makkah saat itu. Beliau berhasil menjalin kerja sama dengan Khadijah dan berposisi sebagai pengusaha yang terpercaya. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mendapat kepercayaan penuh selama berbisnis dan bekerja sama dengan Khadijah, baik dalam sistem upah (syirkah) maupun bagi hasil (mudharabah). Dalam menjalankan bisnis tersebut, Beliau menargetkan misi untuk menyusuri jalur perdagangan utama seperti Yaman, Syam, yang ditempuh melalui Madyan dan Wadil Qura. Dari aktivitas dagangnya tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam selalu mendapat hasil yang lebih besar dibandingkan pedagang lainnya.

  1. Melaksanakan Nilai-nilai dan inovasi bisnis

Kiat utama Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dari keberhasilan berbisnis tidak lepas dari empat sifat terpuji yang dimiliki, yakni Shidiq. Beliau selalu berkata benar mengenai barang dagangannya dan tidak pernah bersikap curang dengan memberikan barang yang cacat.  Sifat amanah juga sangat melekat pada diri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ia sangat dipercaya oleh para pelanggan dan Khadijah dalam mengurusi bisnis miliknya.  Fathanah, Beliau cerdas memiliki inovasi dan kreatifitas dalam melihat peluang, sehingga menghasilkan keuntungan yang melimpah. Tabligh atau menyampaikan yang dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi yang baik, khususnya dalam hal negosiasi bisnis.

 

 

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar