proumkm
SHARE :

BERWIRAUSAHA DALAM AJARAN ISLAM

27
04/2021
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : proumkm_com


BERWIRAUSAHA DALAM AJARAN ISLAM

Dalam setiap aktifitas yang dilakukan oleh manusia semua sudah termaktub dalam alqur’an dan hadist salah satunya tentang ajaran manusia untuk berkarya dan berwirausaha,  islam selalu mengajarkan umatnya agar bekerja serta beraktifitas  untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Bekerja disini bisa juga dilakukan dengan cara berwirausaha, dengan langkah  menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ataupun bekerja pada orang lain. Dalam   berwirausaha diperlukan sikap atau etika berwirausaha yang sesuai dengan syariat Islam. Hal ini dilakukan agar usaha yang kita lakukan membuahkan hasil yang maksimal dan mendapat berkah dari Allah walaupun hasilnya itu sedikit tetapi kalau itu berkah maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi si pencari usaha atau orang yang berwirausaha, salah satu langkah yang harus ditempu seorang wirausahawan ketika akan menjadikan dirinya pengusaha tentunya harus memilikikarya , seperti apa yang dijelaskan oleh nabi Muhammmad SAW yang diriwayatkan oleh assim bin ubaidillah

 

عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (أخرجه البيهقى)

“Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menykai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi).

 

Seorang wirausahawan harus memiliki karya untuk menjadikan dirinya layak disebut sebagai pengusaha, karya itu bisa berbentuk ide atau gagasan prodak yang dapat diaplikasikan didunia nyata sehingga menciptakan sebuah peluang untuk mendapatkan nilai ekonomis; dalam hadist tersebut diatas sudah tentu pastinya seorang manusia dalam menjalankan aktifitas di dunia ini hrus dinamis, membentuk karakter diri menjadi manusia yang penuh kerahmatan tentunya dengan menggali potensi yang ada didalam dirinya untuk menciptakan sebuah karya dalam rangka meningkatkan peran dirinya sebagai khalifah fil ard

Pada zaman nabi banyak para sahabat yang mampu menciptakan karya sehingga bisa memberikan nilai lebih untuk pertumbuhan perekonomian dinegeri arab pada saat itu, seperti contoh abdurahman bin auf  dengan menciptakan peluang bagi kaum muslimin untuk mengimbangi cara berwirausahanya kaum yahudi pada saat itu, Ustman bin affan sebagai saudagar karya memiliki karya dengan kebun kurmanya dan masih banyak lagi sahabat yang melakukan karya untuk tumbuh kembangnya islam paad saat itu

Berwirausaha  merupakan sebuah langkah yang tepat menuju kebaikan dan  perbuatan yang sangat mulia. Islam mengajarkan bekerja bukan sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi. Karenanya dalam Islam bekerja menempati peringkat dan posisi yang teramat mulia. Islam agama yang sangat menghargai orang bekerja dengan tangannya sendiri. Bekerja/berusaha untuk mendapatkan penghasilan dengan tangannya sendiri baik untuk mencukupi kebutuhannya sendiri maupun keluarga dalam Islam orang seperti ini dikategorikan jihad fi sabilillah. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Dawud (salah satu pengrajin daun kurma untuk di buat keranjang atau lainnya). Dalam hadits yang diriwayatkan Hakim, Nabi Dawud juga dikenal sebagai pembuat besi. Nabi Idris (penjahit yang selalu menyedekahkan kelebihan dari hasil usahanya setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sangat sederhana). Nabi Zakariya dikenal sebagai tukang kayu. Adapun Nabi Musa adalah seorang penggembala Orang yang beriman dilarang bersikap malas, berpangku tangan, dan menunggu keajaiban datang menghampirinya tanpa adanya usaha. Allah menciptakan alam beserta isinya diperuntukkan bagi manusia, namun untuk memperoleh manfaat dari alam ini, manusia harus berusaha dan bekerja keras, bahkan nabi muhammmad sendiri dari kecil sampai dengan menginjak kenabiannya masih menjalankan aktifitasnya sebagai seorang pedagang yang mulia, memberikan contoh nilai kejujuran, kreatifitas membangun diri, inovasi serta mampu memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggan yang berhubungan dengan usaha yang digeluti nabi muhammmad bersama siti khodijah istri beliau.

 

 

 

 

 

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar