proumkm
SHARE :

KOPERASI SETYA BUDI WANITA MALANG MEWAJIBKAN PENGELOLA KOPERASI BERSERTIFIKAT KOMPETENSI

29
05/2021
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : proumkm_com


Peningkatan kapasitas sebuah kelembagaan akan terlihat jika Sumber daya manusia  yang dimiliki  berkwalitas dan profesional, Seluruh koperasi di Indonesia  didorong meningkatkan sumber daya manusia dan mengikuti uji kompetensi agar maksimal melaksanakan tata kelola koperasi dengan baik.

Ketua Koperasi serba usaha setya budi wanita malang (Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP)  sekaligus ketua Umum DEKOPIN   menyampaikan  untuk meningkatkan kualitas koperasi, setiap pengurus koperasi wajib memiliki sertifikasi standar kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi. Sehingga, sumberdaya manusia (SDM) koperasi, khususnya pengelola koperasi memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan akuntabel, jika terlambat menangani SDM berkwalitas maka koperasi  bakal tergilas persaingan dan masih banyak koperasi bermasalah karena pengelolanya belum penuhi standar. “Standardisasi sangat penting agar pengelola memahami tata kelola yang benar, dalam era  sekarang ini  pengelolaan koperasi wajib menguasai standar tata kelola yang baik. “Bukan hanya. pengurus selaku pengelola koperasi, pengetahuan anggota pun wajib ditingkatkan.   Penyampaian tersebut disampaikan beliau dalam acara pelatihan sertifikasi kompetensi koperasi setia budi wanita budi malang , 27/29 mei 2021 bekerjasama dengan LSP Koperasi nusantara yang dikuiti  36 peserta berasal dari Pengurus, Pengawas, Manager dan PPL

Pelatihan Sertifikasi kompetensi yang dlaksanakan secara on line dilanjutkan dengan uji kompetensi sangat memberikan nilai positif bagi penguatan insan koperasi, Safitri Kusumo, SE MM  selaku direktur LSP Koperasi Nusantara dalam sambutannya menyampaikan  hingga kini diklat uji kompetensi pengelola koperasi  harus dilakukan oleh  semua pengelola koperasi dengan wajib memiliki ilmu standar kompetensi tata kelola yang benar sehingga koperasi mampu berdaya saing dan terus berkembang. “Kami siap memberikan pelatihan yang baik dan uji yang  diberikan asesor dan fasilitator bersertifikat,” ujarnya saat penutupan  diklat swadaya yang diprakarsai oleh DEKOPIN dan Koperasi seta budi wanita malang.  Pada umumnya koperasi menunggu fasilitasi pemerintah, sedangkan anggaran pemerintah sangat terbatas. Jika menunggu pemerintah, maka akan tergerus persaingan. ”Kami sangat apresiasi kepada koperasi SBW  yang melaksanakan diklat swadaya untuk peningkatan SDM nya sehingga tidak dipungkiri koperasi SBW menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia

Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan uji kompetensi selama tiga hari dapat berjalan dengan baik dan dari 36 peserta dinyatakan kompeten  dibidangnya meskipun ada beberapa peserta yang harus menyelasaikan beberapa tugas tambahan yang diberikan oleh para asesor uji kompetensi.

 

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar